Artikel

PENYAKIT EBOLA VIRUS

27 Maret 2019

PENYAKIT EBOLA VIRUS
Oleh : Kolonel Kes M. Washiludin AR, SKM, MKKK
Virus Ebola termasuk ke dalam genus Ebolavirus, familiaFiloviridae yang merupakan salah satu daripada dua kumpulan virus RNA benang-negatif.Para ilmuwan sudah mengidentifikasi empat jenis virus Ebola. tiga telah dilaporkan dapat menyebabkan penyakit pada manusia, yaitu virus Ebola Zaire, virus Ebola Sudan, dan virus Ebola Ivory.Virus-virus ini telah menyebabkan penyakit pada manusia di negara-negara Afrika.Jenis keempat dari virus Ebola ini yaitu virus Ebola Reston, yang ditemukan Reston, Virginia Amerika Serikat.Ternyata virus ini tidak menyebabkan penyakit pada manusia.Subtipe ini ditemukan pada sejenis monyet Macaca yang didatangkan dari Filipina.
Virus Ebola mengandung molekul lurus, berbenang RNA negatif, yang tidak bersendi.Semua genom virus Filo mempunyai ciri-ciri serupa dan mempunyai banyak sisa adenosine dan uridine. Gen virus Ebola mengandung transkrip urutan tetap pada 3′ dantranskrip urutan terakhir pada 5′. Perbedaan di antara virus Ebola dan virus Marburg adalah, virus Ebola menunjukkan tiga penumpukan yang berselang di antara urutan antara-gen (intergenetic) sementara virus Marburg hanya mempunyai satu penumpukan yang kedudukannya berbeda dengan virus Ebola.
Cara Penularan
Virus Ebola ditularkan melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, (ludah, keringat, sperma) dan jaringan orang yang terinfeksi. Penularan Virus Ebola juga dapat terjadi dari  hewan liar yang terinfeksi, sakit atau mati (simpanse, gorila, monyet, antelop hutan dan kelelawar buah),dapat menyebar dengan sangat cepat dan dapat menyebar melalui penggunaan jarum suntik yang tidak disterilkan. Kasus Ebola Virus Disease (EVD) dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat karenaberpotensi menyebar dan memiliki angka kematian yang tinggi, yaitu dapat mencapai 90%.Kejadian luar biasa EVD merupakan peristiwa yang jarang terjadi dan EVD menjadi salah satu penyakit yang mendapatkan perhatian khusus.
Perjalanan Penyakit Ebola Virus
Mekanisme infeksi virus Ebola dalam tubuh manusia adalah sebagai berikut.Pertama, sekitar satu minggu setelah infeksi atau peradangan, virus mulai menyerang darah dan sel hati. Kedua, penyakit akan menyebar secara cepat keseluruh tubuh, virus akan menghancurkan organ atau bagian tubuh yang penting seperti hati dan ginjal. Ketiga, infeksi virus Ebola akan menyebabkan atau mendorong terjadinya pendarahan internal secara massif. Keempat, Virus Ebola akan menghambat kerja sistem pernapasan, yang dapat menyebabkan kematian seketika pada pasien.
Gejala
Gejala awal infeksi Ebola dapat berlangsung selama    1-  3    minggu meliputi :  radang sendi, sakit punggung, diare, kelelahan, sakit kepala, rasa tidak enak badan, kerongkongan terasa sangat sakit, dan muntah-muntah. Sedangkan pada gejala akhir, demam Ebola dapat menujukkan gejala seperti: gatal-gatal, pendarahan dari mata, telinga dan hidung, pendarahan dari mulut dan dubur.  radang pada mata (conjunctivitis), bengkak pada organ genital (labia dan kantung buah pelir),  keluarnya darah melalui permukaan kulit rongga atas  mulut terlihat memerah, pingsan, kegagalan fungsi hati dan mata menjadi gelap.
 Diagnosa
Untuk mendeteksi apakah seseorang terinfeksi virus Ebola, dapat dilakukan pengujian antigen-capture enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA), IgG ELISA, polymerasechain reaction (PCR)  atau demam mengisolasi Virus Ebola.. Teknologi yang dikembangkan Fraunhofer Institute for Silicon Technology, sebuah perusahaan inovasi teknologi mikrobiologi dan mikrokomputer dari Jerman menyebutnya dengan eBiochipstick .Alat ini cukup mengambil DNA atau bagian tubuh atau benda yang diduga terinfeksi bakteri, lalu dimasukkan sebuah kotak seukuran televisi 10 inch (eBiochip Adaptor). Instrumen yang bekerja dengan bantuan komputer portabel ini, dengan mudah kemudian mendeteksi  virus, racun, bakteri, atau pathogen  yang telah menjangkiti tubuh manusia atau hewan. Alat ini diberi nama, eBiochip System Portable Instrument.
 Pengobatan
Pengobatan pada  penyakit ebola ini sebenarnya belum ada obat yang 100% dapat menyembuhkan dengan total, pengobatan yang dilakukan biasanya hanya dengan antivirus untuk melawan virus seperti Ribavirin dan Interferon.Penderita biasanya dirawat di rumah sakit secara intensif dengan obat-obatan yang membantunya untuk menjaga kondisi tubuh agar masih bisa bertahan dalam melawan virus tersebut. Perdarahan sering terjadi pada penyakit ini, biasanya penderita akan memerlukan tranfusi darah untuk mengganti darah yang sudah keluar.
Diharapkan dalam waktu dekat ditemukan obat atau anti virus yang spesifik untuk penyakit Ebola ini.
 Pencegahan
Penyakit Ebola Virus dapat dicegah dengan melakukan upaya-upaya:
  1. Hindari daerah yang diketahui sebagai pusat awal wabah terjadi, yakni Negara-negara di Afrika Barat. Cara lain yang dapat dilakukan dengan memeriksa ke situs Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.
  2. Cuci tangan sesering mungkin. Tindakan pencegahan yang satu ini merupakan salah satu langkah penting untuk dilakukan, sama halnya terhadap pencegahan  dari jenis penyakit menular lainnya.Cucilah tangan menggunakan sabun atau gunakan antiseptik yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol ketika sabun dan air tidak tersedia.
  3. Hindari membeli atau memakan daging binatang liar, termasuk primata yang dijual di pasar local, di Negara yang berjangkit penyakit Ebola.
  4. Hindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi. Perlu diperhatikan juga untuk menghindari kontak dengan cairan dan jaringan tubuh seseorang, termasuk darah, air mani, cairan vagina dan air liur. Orang yang terjangkit virus Ebola paling cepat menular pada tahap akhir, biasanya ketika korban dalam keadaan parah atau bahkan sudah meninggal.
  5. Ikuti prosedur pengendalian infeksi. Jika Anda seorang petugas kesehatan, kenakan pakaian pelindung, seperti sarung tangan, masker dan perisai mata. Jauhkan orang yang terinfeksi dari orang lain. Buang jarum dan sterilkan instrumen kesehatan lainnya.
  6. Jangan sembarangan menangani mayat korban Ebola. Mayat orang yang meninggal karena Ebola masih dapat menular. Tim khusus dan terlatih harus mengubur mayat menggunakan peralatannya.
 (Dikutip dari berbagai sumber)
 puskes-tni.mil.id

PEJABAT

KAPUSKES TNI
MAYOR JENDERAL TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., M.A.R.S., M.H.

Link Web

Visitor

Hari Ini 10
Kemarin 25
Minggu Ini 119
Bulan Ini 229

Login Website Puskes TNI

Forgot Password