Artikel

PERAN WANITA TENTARA NASIONAL INDONESIA (WAN TNI ) DALAM KETAHANAN KESEHATAN GLOBAL DI INDONESIA

20 Maret 2019
PERAN WANITA TENTARA NASIONAL INDONESIA (WAN TNI ) DALAM KETAHANAN KESEHATAN GLOBAL DI INDONESIA

PERAN WANITA TENTARA NASIONAL INDONESIA  (WAN TNI )
DALAM KETAHANAN KESEHATAN GLOBAL DI INDONESIA
 
Oleh:
Laksma TNI drg. Andriani, Sp.Ort., F.I.C.D.
 Pada sektor pertahanan, ancaman digolongkan ke dalam pola dan jenis ancaman multidimensional yakni ancaman militer dan nonmiliter, serta ancaman hibrida berupa ancaman nyata dan belum nyata.Wujud ancaman tersebut dapat berupa terorisme dan radikalisme, separatism, bencana alam, pelanggaran wilayah perbatasan, peredaran dan penyalahgunaan narkoba, dan wabah penyakit. Dinamika lingkungan strategis ini memerlukan integrasi pertahanan negara yang dari sektor militer dan nonmiliter.Ancaman yang terjadi sekarang tidak selalu lagi berupa perang atau teror,tetapi juga berupa ancaman penyakit yang dibawa dari masyarakat dunia yang keluar masuk negara.  Disamping itu ancaman penyebaran penyakit juga datang dari perkembangan teknologi yakni senjata yang dibuat dengan sengaja.
 Global Health Security Agenda (GHSA) dirumuskan ke dalam beberapa prioritas yakni antimicrobial resistance, keamanan pangan, biosafety and biosecurity, kejadian luar biasa, deteksi dan pelaporan penyakit yang tepat waktu, pembagian sampel, diagnosis efektif, pusat penanggulangan kondisi darurat, tenaga respon cepat, dan kemampuan memobilisasi obat dan ahli dalam kondisi darurat (Inglesby dan Fischer, 2014). GHSA fokus pada penguatan kapasitas untuk mencegah (prevent), mendeteksi (detect), dan merespon (respond) ancaman penyakit menular baik yang terjadi secara alami, disengaja, atau tidak. Kapasitas tersebut digunakan dalam mitigasi dampak dari penyakit seperti ebola, MERS, dan penyakit menular lain, serta bioterorisme.
 Penerapan GHSA di Indonesia melibatkan 24 Kementrian dan lembaga yang salah satunya adalah Tentara Nasional Indonesia dengan segala kemampuan dan kapasitasnya, pelibatan TNI ini tentunya akan melibatkan seluruh komponen yang ada di dalam TNI diantaranya Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI), peran Wan TNI dapat terlibat dalam setiap kegiatan mencegah (prevent), mendeteksi (detect), dan merespon (respond) yang dapat diuraikan sebagai berikut:
 Prevent .  Kegiatan pencegahan dalam agenda keatahanan kesehatan global meliputi pencegahan resistensi antibiotik, penyekit Zoonosis, Biosafety dan Biosecurity, serta Imunisasi. Dari kegiatan pencegahan tersebut Wan TNI dapat berperan dari tingkat rumah tangga, sampai pada tingkat kelembagaan kesehatan dengan menerapakan cara pencarian pengobatan yang tepat, malukan pencegahan penyakit Zoonosis, melaksnakan pengamanan kegiatan yang melibatkan agensia biologi, dan melengkapi kubutuhan imunisasi yang dipersyaratkan.  Disamping itu peran Wan TNI juga banyak ditunjukan melalui kelembagaan kesehatan TNI dengan membuat kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pencegahan penyakit, serta sebagai pelaksana lapangan atau ujung tombak terdepan dalam pencegahan penyakit di wilayah-wilayah terpencil maupun dalam penugasan pada misi perdamian PBB di Negara yang sedang berkonflik.
 Detect.    Kegiatan detect  meliputi sistem laboratorium nasional, surveilens real time, pelaporan, dan pengembangan sumber daya manusia, kalau mengacu pada kegiatan tersebut Wan TNI telah banyak berperan dalam  melakasanakan sistem labortaorium yang ada di TNI, melaksanakan pengamatan penyakit melalui survailens aktif maupun pasif, serta sebagai penyelenggara dan pelaksan pembuatan pelaporan penyakit yang ada di lingkungan TNI, serta keterlibatan Wan TNI dalam pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang tidak perlu disangsikan lagi, dikeranakan banyaknya Wan TNI yang terlibat di lembaga pendidikan TNI serta sebagai tenaga instruktur maupaun dosen di bidang kesehatan yang ada di TNI maupun pada lembaga pendidikan di luar TNI.
 Respond.  Dalam merespon ancaman kesehatan global meliputi kegiatan pembentukan pusat operasi, menghubungakan masalah kesehatan masyarakat dengan penegakkan hukum dan respon cepat multi sektor, serta penanggulangan yang bersifat medis dan penempatan personel.  Kalau menilik dari kegiatan respon tersebut Wan TNI sudah berperan cukup banyak diantaraanya dalam kegiatan di pusat komando kendali operasi TNI yang didalamnya juga memantau terjadinya kejadian luar biasa suatu penyakit yang terjadi diseluruh Indonesia, serta upaya upaya penyelesaian masalah kesehatan masyarkat yang ditindak lanjuti dengan proses hukum yang ditunjukkan dengan adanya Wan TNI yang berprofesi sebagai dokter maupun tenaga kesehatan yang dilibatkan dalam investigasi kejadian penyakit melaluli penyelidikn epidemiologi yang bekerjasama dengan upaya penegakkan hukum. Dalam penanggulangan yang bersifat medis sudah diakui oleh semua komponen masyarakat dikarenankan banyak Wan TNI yang bertugas disektor pelayanan kesehatan TNI, yang pastinya terlibat dalam penanggulangan medis dalam menghadapai wabah penyakit.  Dalam kegiatan penempatan personel untuk penanggulangan wabah penyakit, Wan TNI sudah cukup banyak terlibat ditiap tahapan penanggulangan baik berupa intervensi medis, intervensi non medis, dan intervensi farmasi.
 Kapasitas Kemampuan Wan TNI.  Walapun jumah personel Wan TNI hanya sekitar 0,3% dari seluruh populasi TNI, akan tetapi kapasitas kemampuan Wan TNI dalam menghadapi ancaman ketahanan kesehatan global bisan terlibat disetiap sektor  kegiatan penanggulangan.  Kapasitas kemampuan Wan TNI dalam menghadapi ancaman ketahanan kesehatan golbal meliputi  kemampuan:
  1. Melaksanakan dukungan kesehatan dan pelayanan kesehatan, peran dalam dukkes dan yankes yang ditunjukan dengan pengawakan Wan TNI pada fasiliatas-fasilitas pelayanan kesehatan TNI yang tersebar di seluruh Indonesia berupa 125 Rumah Sakit, dan lembaga lembaga kesehatan TNI lainnya.
  2. Intelijen Medis. Lingkup kegiatan intelijen medis meliputi proses pengumpulan, evaluasi, analisis, dan interpretasi informasi medis musuh, bioscientific, dan lingkungan yang penting untuk perencanaan strategis, perencanaan dukungan kesehatan.   Dari lingkup kegiatan intelijen medis ini Wan TNI sangat mempunyai kapasitas untuk melakukannnya, saat ini Wan TNI memiliku 3-4 perwira dengan kualifikasi intelijen medis.
  3. Wan TNI mempunyan kemampuan dalam melaksnakan pembinaan dan pengaturan logistik dalam kegiatan penanggulangan ancaman katehanan kesehatan global, dibagian logistik yang mengatur invetarsasi, distrubusi dan sistem pelaporan.
  4. Bantuan Kemanusian. Wan TNI mempunyai kapasitas dalam melaksnakan bantuan kemanusian ketika masa tanggap darurat penanggulangan ancaman ketahanan kesehatan global, terlibat dalam cluster kesehatan, dan cluster non kesehatan.
  5. Community Support dan Kamtibmas. Wan TNI mempunyai kemampuan untuk menenangkan masyarakat dan melindungi wanita dan anak-anak padaa saat terjadi gangguan dan kerusuhan yang ditimbulkan oleh ancaman kesehatan global.
Demikan gambaran tentang peran Wan TNI dalam menghadapi ancamah Ketahanan Kesehatan Global, hal ini menujukan bahwa Wan TNI dapat berpera di setiap sektor dalam penanggulangan baik pada tahap pra, siaga, tanggap, pasca penanggulngan ancaman ketahanan kesehatan Global. Semoga dapat berguna sebagai bahan masukan bagi instansi yang berwenang dalam pengambilan keputusan di bidang peranan wanita, serta instansi yang bertanggungjawab dalam penanggulangan ancaman ketahanan kesehatan global.
 
Jakarta,     Desember 2018
Waka Puskes TNI,
 
drg. Andriani, Sp.Ort.F.I.C.D.
Laksamana Pertama TNI
 

">

PEJABAT

KAPUSKES TNI
MAYOR JENDERAL TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., M.A.R.S., M.H.

Link Web

Visitor

Hari Ini 10
Kemarin 25
Minggu Ini 119
Bulan Ini 229

Login Website Puskes TNI

Forgot Password