Berita

Workshop on Linking National Action Planning for Health Security (NAPHS)

13 Agustus 2019
Workshop on Linking National Action Planning for Health Security (NAPHS)

PUSAT KESEHATAN TNI BERSAMA WHO MEMBANTU UGANDA

MENYIAPKAN RENCANA KESIAPSIAGAAN TERHADAP PANDEMI INFLUENZA DAN EBOLA

 

Jakarta, puskes-tni.mil.id(13/8/2019). Pandemi adalah wabah penyakit global. Pandemi influenza terjadi ketika virus influenza jenis baru muncul didalam populasi manusia yang memiliki sedikit atau tidak memiliki kekebalan tubuh dan dapat menyebar secara cepat dari orang ke orang, menyebabkan penyakit serius, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Karena potensinya untuk menyebabkan penyakit dan kematian yang signifikan di seluruh dunia, para ahli percaya bahwa pandemi influenza global akan memiliki dampak negatif yang besar pada ekonomi global, termasuk perjalanan, perdagangan, pariwisata, makanan, konsumsi ritel, investasi, pasar keuangan dan akhirnya pada politik serta kedaulatan negara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, dunia akan menghadapi ancaman pandemi influenza dan perlu bersiap untuk menghadapi potensi risiko yang lebih besar. Ahli kesehatan global dan WHO memperingatkan, ada risiko bahwa virus flu yang lebih mematikan suatu hari akan berpindah dari hewan ke manusia, bermutasi dan menginfeksi ratusan ribu orang. Virus flu terus berlipat ganda dan berubah. Mereka menginfeksi sekitar satu miliar orang setiap tahun di seluruh dunia dalam wabah musiman. Dari infeksi tersebut, sekitar 3 hingga 5 juta adalah kasus parah, yang menyebabkan antara 290 ribu dan 650 ribu kematian. WHO meminta pemerintah di seluruh dunia untuk meningkatkan kapasitas pengawasan, dan mengembangkan rencana pencegahan flu nasional. Hal itu dapat dilaksanakan antara lain dengan mengembangkan alat yang lebih baik untuk mencegah, mendeteksi, dan mengobati flu seperti vaksin yang lebih efektif serta obat antivirus.

Untuk mengevaluasi kesiapsiagaan menghadapi pandemi influenza di wilayah Afrika, WHO menganalisis rencana kesiapsiagaan nasional Afrika. Tidak seperti keadaan darurat kesehatan masyarakat lainnya, pandemi influenza adalah bencana dan secara simultan akan berdampak pada semua wilayah global secara bersamaan. Mengingat cakupan geografis pandemi yang luas, ketersediaan dukungan internasional eksternal diperkirakan akan sangat terbatas bila pandemi terjadi. Oleh karena itu, setiap negara harus siap untuk merespons dalam konteks bantuan eksternal yang terbatas ini, dengan cara memanfaatkan secara maksimal sumber daya yang tersedia secara nasional untuk mengurangi dampak yang berpotensi signifikan dari pandemi yang parah.

Untuk itu Kantor Pusat WHO di Jenewa telah melaksanakan kegiatan tersebut di Nigeria, Ethiopia dan Timor Leste. Dibawah pimpinan Mr Glenn Pierre Maesa Lolong dari Country Health Emergency Preparedness and IHR WHO HQ, bersama dengan Kementerian Kesehatan Republik Uganda, tim menyelenggarakan workshop tiga hari di Entebbe, Uganda berthema Workshop on Linking National Action Planning for Health Security (NAPHS) to Pandemic Influenza Preparedness Plan, Vaccine Deployment and Emergency Coordination, pada tanggal 31 July - 2 August 2019 dengan tujuan membuat rencana kesiapsiagaan influenza, penyakit virus ebola dan penyebaran vaksin. Puskes TNI yang diwakili oleh Kabidum Puskes TNI, Kol Kes dr Iwan Trihapsoro, SpKK, SpKP, FINSDV, FAADV diundang sebagai anggota tim WHO Jenewa yang bertindak sebagai fasilitator untuk membantu pemerintah Uganda menyiapkan rencana kesiapsiagaan nasionalnya. Kabidum juga berbagi pengalaman dengan Uganda tentang bagaimana koordinasi sipil dan militer di Indonesia dalam menghadapi bencana dan wabah penyakit.

Tim Uganda dibawah supervisi WHO berhasil menyelesaikan Ebola Virus Diseases Preparedness Plan (EVDPP), Pandemic Influenza Preparedness Planning (PIPP) yang terintegrasi dalam National Action Planning for Health Security (NAPHS) dan Resources Mapping, yaitu memetakan health security investment, potensial area of collaboration and joint exercise for health security, information and material sharing di Uganda. Data ini sangat bermanfaat untuk memudahkan koordinasi lintas sektoral maupun mencari sumber dana pembiayaan kesehatan suatu negara.

Tim Uganda dibawah supervisi WHO berhasil menyelesaikan Ebola Virus Diseases Preparedness Plan (EVDPP), Pandemic Influenza Preparedness Planning (PIPP) yang terintegrasi dalam National Action Planning for Health Security (NAPHS) dan Resources Mapping, yaitu memetakan health security investment, potensial area of collaboration and joint exercise for health security, information and material sharing di Uganda. Data ini sangat bermanfaat untuk memudahkan koordinasi lintas sektoral maupun mencari sumber dana pembiayaan kesehatan suatu negara.

 

PEJABAT

KAPUSKES TNI
MAYOR JENDERAL TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., M.A.R.S., M.H.

Link Web

Visitor

Hari Ini 8
Kemarin 25
Minggu Ini 117
Bulan Ini 227

Login Website Puskes TNI

Forgot Password