Berita

Tatap Muka dan Berbagi Pengalaman antara Tim RSDCWA Kemayoran dengan Tim RSLDC Surabaya

11 Juni 2020
Tatap Muka dan Berbagi Pengalaman antara Tim RSDCWA Kemayoran dengan Tim RSLDC Surabaya

Jakarta, Puskes TNI. Kapuskes TNI Mayor Jenderal TNI dr. Bambang Dwi HS, Sp.B., FInaCS., M.Si. selaku Koordinator Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Athlet Kemayoran bersama tim dari RSDCWA pada tanggal 9 Juli 2020 melaksanakan kunjungan ke Rumah Sakit Lapangan Darurat Indrapura (RSLDI) Surabaya dalam rangka Tatap Muka dan Berbagi Pengalaman antara Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran dan RSLDI.

Sebagai gambaran umum kegiatan tersebut adalah:

  • Dengan makin meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia maka Presiden RI meresmikan berdirinya Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran (RSDCWA) pada tanggal 23 Maret 2020. Tujuan pendirian RSDCWA adalah untuk merawat kasus Covid-19 dengan keluhan dan gejala klinis ringan hingga sedang untuk mengurangi beban rumah sakit rujukan yang pada awalnya tidak mampu menampung pasien dengan kasus Covid-19.
  • Untuk mendapatkan kinerja yang baik RSDCWA hingga saat ini membutuhkan proses cukup panjang dengan trial and error karena belum adanya model rumah sakit darurat pada saat pandemi. Keberhasilan RSDWA terbukti dengan berkurangnya beban rumah sakit rujukan di Jakarta dan diperolehnya pengakuan dari berbagai pihak. Pasien yang dirawat tidak hanya warga negara Indonesia namun juga warga negara asing sehingga RSDCWA juga mendapat sorotan internasional. Disamping itu juga banyak dilakukan penelitian dalam bidang perawatan, pengobatan dan penggunaan alat kesehatan produksi dalam negeri yang bertujuan untuk mempercepat proses penyembuhan serta kemandirian nasional dalam bidang pengobatan dan perawatan pasien Covid-19. Saat ini telah terjadi penurunan jumlah pasien yang dirawat dengan puncak sekitar 1200 pasien menjadi sekitar 500 pasien.
  • Jawa Timur mengalami peningkatan kasus Covid yang mencemaskan sehingga perlu diambil langkah-langkah percepatan penanganan Covid-19 karena beberapa rumah sakit telah kesulitan menangani jumlah pasien yang meningkat. Salah satu langkah tersebut adalah pendirian Rumah Sakit Lapangan Darurat CovId-
    19 (RSLDC) di Indrapura Surabaya. Untuk mempercepat proses kesiapan rumah sakit darurat RSLDC, dilakukan dengan berbagi pengalaman tim RSDCWA kepada tim RSLDI.

Kegiatan dilakukan di Kodam V/BRW, RSAL Ramelan dan di RSLDI dipimpin oleh Koordinator Koordinator Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Athlet Kemayoran. Tatap muka dan berbagi pengalaman dilaksanakan secara bersama pukul 10.00 hingga pukul 12.00 diaula RSLDI dilanjutkan diskusi dan bimbingan teknis di RSLDI serta audiensi dengan Pangdam V/BRW dan kunjungan ke RSAL Ramelan Surabaya.

Pendirian RSLDI merupakan keputusan yang tepat ditengah naiknya angka penderita Covid-19 di Jawa Timur. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan perlu adanya leadership yang kuat guna membentuk tim yang solid, efektif dan efisien. Untuk itu diperlukan koordinasi yang baik disemua lini dan sektor. Perlu dukungan pada tingkat yang lebih tinggi dalam hal ini bisa dari Mendagri, Panglima TNI, Kapolri atau Ka Gugus Tugas untuk memperkuat kinerja RSLDI agar seluruh sumberdaya di Jawa Timur dapat dimaksimalkan.

PEJABAT

KAPUSKES TNI
MAYOR JENDERAL TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., M.A.R.S., M.H.

Link Web

Visitor

Hari Ini 10
Kemarin 25
Minggu Ini 119
Bulan Ini 229

Login Website Puskes TNI

Forgot Password