Berita

Sidak Koordinator RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran

21 Oktober 2020
Sidak Koordinator RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran

Jakarta, puskes-tni.mil.id. Koordinator RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., M.A.R.S., M.H. mengunjungi bagian Unit Pengolahan Limbah pada hari Minggu 18 Oktober 2020.

Unit Pengolahan Limbah Wisma Atlet terletak persis di belakang bangunan tower 2 Wisma Atlet Kemayoran. Posisi di bawah tanah dan ditutupi bangunan kecil, membuatnya paling terpencil dari semua bagian di RSDC Wisma Atlet. Orang tak menyangka di bawah tanah tersebut ada “kehidupan” dan ruangan yang cukup luas sebagai tempat pengolahan limbah.

Pegawai limbah bisa memasuki ruangan STP melalui sebuah lubang horisontal ukuran 1,5 meter persegi yang ditembok keliling setinggi 40 cm. Lubang ditutup dengan sebuah pintu besi mendatar yang bisa didorong vertikal sebagai pintu masuk. Terdapat tangga besi untuk petugas naik turun sebagai jalan keluar masuk ruangan unit STP.

STP biasanya dijumpai pada pusat bisnis, seperti gedung perkantoran, mall, maupun rumah sakit. Fungsi STP untuk mengolah air limbah agar tidak mencemari lingkungan.

Kegiatan sidak ini bertujuan memastikan secara langsung pengelolaan limbah RSDC Wisma Atlet tidak ada kendala, agar operasional rumah sakit bisa berjalan lancar sesuai dengan harapan.

Ada hal unik saat melakukan sidak ke Unit Sewage Treatment Plant (STP) alias Unit Pengolahan Limbah Domestik.

Saat di pinggir lubang masuk unit STP, beliau berjongkok, dan melihat ke arah bawah. Ia memanggil-manggil pegawai limbah STP. Sesaat kemudian sosok pegawai limbah dengan topi merah menyembul dari balik tanah dengan menaiki tangga besi, beliau bertanya apa gerangan yang sedang dikerjakan.

“Ngontrol limbah Pak” jawab pegawai limbah.

Mayjen TNI Dr. dr. Tugas melanjutkan pertanyaan apakah ada masalah dan seberapa luas Unit STP. Pegawai limbah yang merasa kaget, justru balik bertanya: “Bapak dari mana?”

“Saya Koordinator RSDC Wisma Atlet,” jawab Mayjen Tugas.

Maklum, pagi itu beliau mengenakan pakaian olah raga sehingga pegawai limbah SPT tidak bisa mengenali.

Dialog berlangsung singkat dan beliau sempat bertanya apakah sang pegawai limbah sudah menjalani test swab.

RSDC Wisma Atlet memberlakukan aturan wajib dan rutin Test Swab serta Rapid Tes bagi petugas dan orang yang bekerja di lingkungan RSDC Wisma Atlet tanpa terkecuali, agar penanganan pasien Covid-19 membuahkan hasil menggembirakan.

Dengan didampingi Kepala Sekretariat RSDC Wisma Atlet Kolonel Kes Abdul Kholik beliau melanjutkan kegiatan sidak ke arah taman samping tower 2 yang menjadi tempat para petugas RSDC Wisma Atlet bersantai.

RSDC Wisma Atlet memiliki catatan gemilang dalam menjaga para petugas medisnya. Tak ada petugas medis RSDC Wisma Atlet yang mengalami kematian akibat merawat pasien Covid-19 yang jumlahnya hingga kini 21.794 orang. Padahal di berbagai rumah sakit di Indonesia, jumlah dokter yang meninggal terkait penanganan Covid-19 mencapai angka yang mengkhawatirkan, 136 dokter berdasarkan data Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Mayjen TNI Dr. dr. Tugas melanjutkan sidaknya ke gerbang keluar masuk area zona merah di belakang tower 3. Orang harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap jika memasuki area zona merah. Keluar dari zona merah, terlebih dulu harus dipastikan steril dari virus Corona dengan melalui unit sterilisasi. Maka posisi gerbang sangat vital, sehingga dijaga beberapa petugas keamanan dari unsur TNI dan Polri.

Mayjen TNI Dr. dr. Tugas menilai, fisik gerbang keluar masuk zona merah kurang memadai karena hanya terbuat dari sebatang palang besi mendatar setinggi 1 meter. Buka tutup gerbang dilakukan petugas pengamanan dengan menarik tali dari pos pengamanan yang jaraknya sekitar 5 meter dari gerbang.

“Gerbang ini harus dibuat lebih rapat, bukan hanya palang besi seperti ini,” kata Mayjen TNI Dr. dr. Tugas kepada Kolonel A Kholik dan tiga petugas yang berjaga di pos keamanan. Dengan hanya palang besi, Mayjen Tugas khawatir ada orang yang lolos keluar masuk zona merah tidak sesuai prosedur sehingga membahayakan penanganan Covid-19 di Wisma Atlet.

Tak berhenti di situ, Mayjen TNI Dr. dr. Tugas meneruskan sidaknya ke tower 3, tempat penginapan para petugas. Saat hendak melewati para petugas keamanan yang berdiri memberi hormat beliau berhenti sejenak dan bertanya “Sudah test swab belum?”.

Petugas keamanan menjawab mereka belum menjalani test swab. Koordinator Wisma Atlet tersebut meminta petugas keamanan ke lantai 2 untuk menjalani test swab. Test swab kini menjadi prosedur standar untuk mengetahui orang terinfeksi virus Corona atau tidak.

Sebagai Koordinator RSDC Wisma Atlet Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono tidak segan blusukan ke berbagai sudut Wisma Atlet yang terdiri atas 10 tower di areal seluas 10 hektare. Wisma Atlet difungsikan sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19 sejak 23 Maret 2020. Saat ini empat tower yaitu tower 4,5,6, dan 7 digunakan untuk merawat pasien Covid-19 dari yang tanpa gejala, gejala ringan, hingga gejala sedang. Sedangkan tower 1,2, dan 3 digunakan untuk manajemen, administrasi, dan tempat penginapan para petugas.

“Sidak di hari Minggu membuat kita bisa melihat celah-celah yang harus diperbaiki dalam pengelolaan RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet ini,” cetus Mayjen Tugas.

Mayjen TNI Dr. dr. Tugas terus berupaya keras meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19 di RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Hasilnya menggembirakan. Per 18 Oktober 2020, dari sebanyak 21.794 pasien Covid-19, pasien sembuh mencapai 19.921 orang.

Salah satu kunci sukses Mayjen TNI Dr. dr. Tugas dalam penanganan pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet adalah konsep ‘Jangan Tertular dan Jangan Menulari’. Dan sidak adalah salah satu cara memastikan agar konsep ‘Jangan Tertular dan Jangan Menulari’ diterapkan semua penghuni RSDC Wisma Atlet.

Sumber: https://transindonesia.co/

 

PEJABAT

KAPUSKES TNI
MAYOR JENDERAL TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., M.A.R.S., M.H.

Link Web

Visitor

Hari Ini 72
Kemarin 63
Minggu Ini 488
Bulan Ini 8.059

Login Website Puskes TNI

Forgot Password