FINAL PLANNING WORKING GROUP (FPWG) LATMA PACIFIC PARTNERSHIP 2026

OREGON, Amerika Serikat – Kesehatan TNI terus memperkuat kesiapan dalam mendukung pelaksanaan Pacific Partnership 2026 (PP26) melalui keikutsertaan dalam Final Planning Working Group (FPWG) yang berlangsung di Armed Forces Training Centre Camp Withycombe, Oregon, Amerika Serikat, pada 30 Maret hingga 3 April 2026.
Delegasi Indonesia dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Dansatgas Latma Pacific Partnership Sibolga 2026 Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, Sp.KL.KT.K., SE., M.Kes., M.H., C.FEM., FISQua, didampingi para planner Kesehatan TNI, yaitu Letkol Laut (K/W) Ayu Chandra, S.K.M., M.Si.(Han) selaku Koordinator Operasi dan Exercise Control (Ops & ECap) PP26, Letkol Ckm Wanto Pakpahan, S.Kep., Ners., M.M. selaku Dandenkesyah Sibolga, serta Letkol Laut (P) Haka Andhinanta, M.Tr.Opsla. selaku Danlanal Sibolga.
FPWG merupakan tahapan akhir dari rangkaian perencanaan Pacific Partnership 2026, yang menjadi forum penting untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat memiliki pemahaman dan kesiapan yang sama sebelum pelaksanaan kegiatan utama yang direncanakan berlangsung di Sibolga, Sumatera Utara, pada Juli 2026.
Dalam forum tersebut, para peserta melakukan koordinasi dan penyelarasan terhadap berbagai aspek operasional, termasuk rencana kedatangan tim Amerika Serikat ke Sibolga, pengerahan personel dan peralatan, pengamanan kegiatan, dukungan logistik dan pembiayaan, serta berbagai kebutuhan teknis lainnya yang diperlukan selama pelaksanaan PP26.
Kegiatan FPWG dipimpin oleh Commander of Mission Colonel Navy/CAPT Reyes dan diikuti oleh delegasi dari sejumlah negara peserta Pacific Partnership. Pertemuan berlangsung melalui serangkaian diskusi, pembahasan teknis, dan penyelarasan rencana guna memastikan pelaksanaan kegiatan di lapangan dapat berjalan efektif, aman, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Pacific Partnership merupakan kegiatan kerja sama multilateral yang menitikberatkan pada Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR), khususnya peningkatan kemampuan negara-negara peserta dalam merespons bencana, memberikan bantuan kemanusiaan, serta mendukung proses pemulihan awal pascabencana.
Bagi Kesehatan TNI, keterlibatan dalam PP26 menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi kedaruratan sekaligus memperkuat kemampuan koordinasi lintas negara dalam bidang kesehatan dan penanggulangan bencana.
Rangkaian perencanaan PP26 sendiri telah dimulai melalui pelaksanaan Pre-Deployment Site Survey (PDSS) di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah pada 28 Agustus 2025, kemudian dilanjutkan dengan Main Planning Conference (MPC) yang berlangsung di Singapura pada 8–12 Desember 2025. FPWG menjadi tahapan final untuk mematangkan seluruh rencana sebelum pelaksanaan kegiatan utama.
Melalui keterlibatan aktif dalam setiap tahapan perencanaan, Kesehatan TNI menunjukkan komitmennya untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan dukungan kesehatan dalam pelaksanaan Pacific Partnership 2026.
Selain memperkuat kapasitas dalam penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan, kegiatan ini juga menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan, membangun interoperabilitas, serta meningkatkan kepercayaan dan kerja sama antarnegara peserta Pacific Partnership 2026.
Dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang solid, Pacific Partnership 2026 diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kesiapan bersama negara-negara peserta dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan dan kebencanaan di kawasan.
(PPID Puskes TNI)


