Kapuskes TNI Pimpin Delegasi Kesehatan TNI Hadiri Bilateral Thainesia ke-10 Tahun 2026 di Thailand

Bangkok, Thailand — Jumat (21/8/2026). Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda, Sp.PD., MARS., CFrA, memimpin Delegasi Kesehatan TNI dalam kegiatan Bilateral Thainesia ke-10 Tahun 2026 yang dilaksanakan di Hotel Central Plaza Ladprao, Bangkok, Thailand.
Dalam kegiatan tersebut, Kapuskes TNI didampingi Kaunit Kermabaktikes Puskes TNI Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, Sp.KL., beserta delegasi Kesehatan TNI. Kegiatan Bilateral Thainesia ke-10 berlangsung pada 18 hingga 21 Agustus 2026.
Kegiatan diawali dengan Opening Ceremony yang dilanjutkan dengan Bilateral Meeting. Pertemuan bilateral menjadi forum penting bagi kedua negara untuk bertukar pengalaman, membahas perkembangan kesehatan militer, serta memperkuat kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan dan kedaruratan.
Pada hari kedua, delegasi melaksanakan kunjungan ke Somdech Phra Pinklao Hospital, khususnya The Centre of Hyperbaric Medicine. Dalam kunjungan tersebut, delegasi berkesempatan melihat secara langsung fasilitas pelayanan Terapi Oksigen Hiperbarik serta sejumlah layanan unggulan lainnya, antara lain poliklinik anti-aging dan layanan pengobatan tradisional Thailand.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan informal dinner yang dihadiri para peserta Bilateral Thainesia ke-10. Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan dan komunikasi antar personel kesehatan militer kedua negara dalam suasana yang lebih informal.
Mengangkat topik “Management of Emergency Medical System and Medical Evacuation During Disaster”, Bilateral Thainesia ke-10 membahas pengelolaan sistem pelayanan medis kegawatdaruratan dan evakuasi medis dalam menghadapi situasi bencana.
Thainesia Military Medicine merupakan program kerja sama bilateral tahunan di bidang kesehatan militer antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Royal Thai Armed Forces (RTARF). Kerja sama ini berada di bawah payung Thainesia (Thailand–Indonesia) High Level Committee (HLC) dan menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi serta mengimplementasikan hasil kesepakatan dari pertemuan Thainesia Military Medicine sebelumnya.
Sejumlah agenda kerja sama yang menjadi perhatian dalam forum tersebut meliputi pertukaran kadet kedokteran militer, peningkatan interoperabilitas layanan kesehatan militer, serta penguatan kerja sama dalam penanganan bencana melalui Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR).
Program pertukaran kadet kedokteran militer direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun 2026. Program ini melibatkan Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) dan institusi akademi militer Thailand, dengan tujuan memperkuat pertukaran pengetahuan serta meningkatkan kesetaraan standar keilmuan, baik dalam aspek taktis maupun klinis.
Sementara itu, peningkatan interoperabilitas layanan kesehatan diarahkan pada penguatan kemampuan kedua negara dalam penanganan korban pertempuran, termasuk sinkronisasi doktrin Tactical Combat Casualty Care (TCCC). Kerja sama juga diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan medis modern, termasuk ancaman kesehatan dalam konflik serta mitigasi penyakit infeksi menular di kawasan ASEAN.
Di bidang kemanusiaan dan penanggulangan bencana, kerja sama TNI dan RTARF juga diarahkan pada peningkatan kemampuan melalui latihan bersama Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR). Kerja sama tersebut mencakup peningkatan kemampuan dalam mobilisasi rumah sakit lapangan, dukungan pelayanan kesehatan darurat, serta pelaksanaan evakuasi medis, termasuk evakuasi medis udara secara terkoordinasi.
Keikutsertaan Delegasi Kesehatan TNI dalam Bilateral Thainesia ke-10 menjadi bagian penting dalam memperkuat diplomasi kesehatan militer, meningkatkan interoperabilitas, serta membangun kesiapsiagaan bersama antara TNI dan RTARF dalam menghadapi kondisi kedaruratan dan bencana.
Melalui kerja sama yang berkesinambungan, diharapkan hubungan bilateral di bidang kesehatan militer antara Indonesia dan Thailand semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kesiapsiagaan, ketahanan kesehatan, serta pelaksanaan misi kemanusiaan di kawasan.
(PPID Puskes TNI)


