Kolaborasi Puskes TNI dan Unhan RI Gelar Annual Military Medicine Meeting (AMMM) 2026

Sentul, Bogor, Jumat (23/10/2026) — Pusat Kesehatan TNI (Puskes TNI) bersama Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) menyelenggarakan Annual Military Medicine Meeting (AMMM) 2026 di Gedung AMP (Aula Merah Putih), Kampus Bela Negara Unhan RI, Sentul, Bogor, Jumat (23/10/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 24 Oktober 2026 ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi kedokteran militer dan sipil dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat menuju Indonesia Emas.

Pembukaan AMMM 2026 dilakukan oleh Kepala Pusat Kesehatan TNI (Kapuskes TNI) Mayjen TNI dr. Hadi Juanda, Sp.PD., MARS., CFrA, bersama Wakil Rektor IV Unhan RI Laksamana Muda TNI Buddy Suseto, S.E., M.Si. (Han)., Ph.D.

Mengusung tema “Sinergisitas Kedokteran Militer–Sipil Menuju Indonesia Emas: Akselerasi Eliminasi TB dan Malaria”, forum ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, pertukaran pengetahuan, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam menghadapi tantangan penyakit menular dan mengembangkan ilmu kedokteran militer.

AMMM 2026 diselenggarakan secara hybrid, dengan melibatkan 200 peserta yang hadir secara langsung, 230 peserta daring, serta 50 tamu undangan dari jajaran pejabat utama kesehatan TNI dan Universitas Pertahanan RI. Partisipasi tersebut mencerminkan tingginya perhatian terhadap pengembangan ilmu kedokteran militer serta pentingnya sinergi antara institusi militer, akademisi, dan tenaga kesehatan sipil.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, sebanyak 22 pemateri menyampaikan materi dalam lima sesi. Agenda diawali dengan enam pemateri utama, dilanjutkan sesi pertama yang membahas tuberkulosis (TB) dengan empat pemateri dan sesi kedua mengenai malaria dengan empat pemateri. Sementara itu, sesi ketiga dan keempat difokuskan pada bidang kedokteran militer dengan melibatkan delapan pemateri.

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Oktavianus, Sp.P., FISR, turut memberikan keynote speech secara daring. Kehadiran Wakil Menteri Kesehatan RI tersebut memperkuat pesan mengenai pentingnya dukungan kebijakan, inovasi, serta kerja sama antara sektor kesehatan militer dan sipil dalam mempercepat upaya eliminasi TB dan malaria di Indonesia.

AMMM 2026 merupakan penyelenggaraan perdana yang dirancang tidak hanya sebagai forum ilmiah dan pertukaran gagasan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperluas jejaring profesional serta mendorong inovasi di bidang kesehatan. Selain pemaparan materi, kegiatan ini turut menghadirkan pameran dari unsur kesehatan TNI dan mitra penyedia alat kesehatan, serta kompetisi poster dan oral presentation bagi para peserta.

Melalui penyelenggaraan AMMM 2026, Puskes TNI dan Unhan RI diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi strategis dalam pengembangan kedokteran militer, meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan, serta mendukung percepatan penanggulangan penyakit menular. Sinergi tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan sistem kesehatan yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas.

PPID Puskes TNI