WAKAPUSKES TNI RESMI TUTUP LATIHAN BERSAMA PACIFIC PARTNERSHIP 2026
Sibolga – Setelah berlangsung selama sebelas hari penuh dengan berbagai kegiatan kemanusiaan, kesehatan, dan kesiapsiagaan bencana, Latihan Bersama (Latma) Pacific Partnership 2026 secara resmi ditutup oleh Wakil Kepala Pusat Kesehatan Tentara Nasional Indonesia (Wakapuskes TNI) Laksamana Pertama TNI Dr. dr. R.M. Ijahja Nurrobi, M.Kes., Sp.OT(K) Hand, mewakili Kepala Pusat Kesehatan TNI (Kapuskes TNI), di Lapangan Simare-mare, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga, Kamis (30/07/2026).
Pada kegiatan tersebut, Wakapuskes TNI didampingi Kepala Unit Kerja Sama Bakti Kesehatan (Kaunit Kermabaktikes) Puskes TNI Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, Sp.KL selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pacific Partnership 2026 wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara pada acara penutupan adalah Wakapuskes TNI mewakili Kapuskes TNI, bersama Mission Commander Pacific Partnership 2026, Captain Robert Reyes dari Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy).
Upacara penutupan diikuti oleh unsur gabungan TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta personel dari Amerika Serikat yang selama pelaksanaan kegiatan terlibat secara aktif dalam berbagai program Pacific Partnership 2026. Hadir pula unsur Korem 023/Kawal Samudera, Kodim 0211/Tapanuli Tengah, Lanal Sibolga, Satrad 103 Sibolga, Polres Sibolga, BPBD, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, Basarnas, KSOP/Pelindo Sibolga, serta perwakilan dinas dan lembaga terkait lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan pasukan, dilanjutkan laporan pelaksanaan kegiatan oleh Komandan Lanal Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andinantha, M.Tr.Opsla. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan plakat penghargaan, penanggalan tanda latihan sebagai simbol berakhirnya kegiatan, serta pernyataan resmi penutupan Latma Pacific Partnership 2026 oleh Wakapuskes TNI.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Effendi Lubis, Wali Kota Sibolga H. Ahmad Syukri Nazry Penarik, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan Bea Cukai dan Imigrasi Sibolga.
Dalam amanat Kapuskes TNI yang dibacakan oleh Wakapuskes TNI, disampaikan bahwa Pacific Partnership 2026 merupakan bentuk nyata kerja sama internasional yang berorientasi pada kemanusiaan dan peningkatan kapasitas dalam menghadapi berbagai situasi darurat serta ancaman bencana.
“Latihan Bersama Pacific Partnership 2026 merupakan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kemampuan bersama dalam menghadapi situasi darurat dan bencana. Melalui kegiatan ini, kita telah memperkuat kerja sama, membangun kepercayaan, dan meningkatkan kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi tantangan kemanusiaan di masa depan,” ujar Wakapuskes TNI.
Sementara itu, Mission Commander Pacific Partnership 2026, Captain Robert Reyes, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama seluruh pihak selama pelaksanaan kegiatan di Indonesia.
“Saya bangga karena Pacific Partnership kembali mendapatkan kesempatan untuk bekerja berdampingan dengan Pemerintah Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, serta masyarakat setempat dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana dan membangun kemitraan yang semakin erat,” ungkapnya.
Selama pelaksanaan kegiatan sejak 21 hingga 31 Juli 2026 di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, berbagai program telah dilaksanakan, meliputi pelayanan kesehatan masyarakat, pertukaran pengetahuan dan pengalaman profesional, latihan kesiapsiagaan bencana, rekayasa teknik, kegiatan kemasyarakatan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang penanggulangan krisis dan kedaruratan.
Mengusung tema “Strengthening Partnership, Collaboration, and Interoperability for Crisis Response”, Pacific Partnership 2026 berhasil memperkuat interoperabilitas antarinstansi, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta membangun jejaring kerja sama yang lebih solid dalam menghadapi berbagai ancaman bencana dan krisis kemanusiaan di kawasan Indo-Pasifik.
Kegiatan Pacific Partnership 2026 yang melibatkan lebih dari 5.430 personel dan masyarakat ini berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses. Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan menjadi bukti kuatnya sinergi antara Pemerintah Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Angkatan Laut Amerika Serikat, pemerintah daerah, serta seluruh komponen masyarakat dalam mewujudkan kesiapsiagaan dan ketahanan bersama menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan di masa mendatang.
Upacara penutupan diakhiri dengan sesi foto bersama, penampilan tari daerah sebagai simbol persahabatan dan kebersamaan, serta ramah tamah yang semakin mempererat hubungan antara seluruh peserta dan mitra yang terlibat dalam Pacific Partnership 2026.
(PPID Puskes TNI)