berita

Kapuskes TNI dan Kapuskesad Perkuat Sinergi dengan FK UNAIR, Dorong Generasi Muda Berkarier sebagai Dokter Militer

SURABAYA – Komitmen memperkuat sinergi antara institusi pendidikan kedokteran dan jajaran kesehatan TNI terus dibangun. Kepala Pusat Kesehatan TNI (Kapuskes TNI) Mayjen TNI dr. Hadi Juanda, Sp.PD., M.A.R.S., CFrA, bersama Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Kapuskesad) Mayjen TNI dr. Gunawan Rusuldi, Sp.OG(K), M.A.R.S., CGCAE, melaksanakan audiensi dengan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) Prof. Dr. dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, Sp.OG., Subsp. Urogin-RE, di ruang rapat Dekan FK UNAIR, Surabaya, Senin (22/6/2026).

Audiensi tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi dan pembinaan pola karier dokter militer bagi mahasiswa FK UNAIR. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan lebih jauh peran dan ruang pengabdian dokter militer, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara lingkungan akademik dan jajaran kesehatan TNI dalam menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang unggul, profesional, dan berintegritas.

Dalam kesempatan tersebut, Kapuskes TNI menyampaikan bahwa dokter militer memiliki peran strategis, tidak hanya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada prajurit dan keluarganya, tetapi juga dalam mendukung berbagai tugas negara.

“Dokter militer tidak hanya bertugas memberikan pelayanan kesehatan kepada prajurit dan keluarganya, tetapi juga berperan dalam operasi kemanusiaan, penanggulangan bencana, misi perdamaian dunia, hingga berbagai tugas negara lainnya,” ujar Mayjen TNI dr. Hadi Juanda.

Menurutnya, dunia kedokteran militer memberikan ruang pengabdian yang luas bagi para dokter muda untuk mengembangkan kompetensi sekaligus berkontribusi secara langsung bagi bangsa dan negara.

“Kami berharap mahasiswa FK UNAIR dapat melihat TNI sebagai salah satu pilihan karier yang membanggakan sekaligus menjadi wadah pengabdian kepada bangsa dan negara,” tambahnya.

Sementara itu, Kapuskesad Mayjen TNI dr. Gunawan Rusuldi menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat memiliki komitmen dalam membangun dan mengembangkan profesionalisme dokter militer melalui sistem pendidikan dan pembinaan yang terintegrasi.

Menurutnya, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto merupakan salah satu pusat pendidikan dan pengembangan tenaga kesehatan TNI yang memiliki peran penting dalam mencetak dokter spesialis serta tenaga kesehatan profesional.

“Melalui fasilitas pendidikan yang dimiliki, kami membuka peluang bagi para dokter muda untuk terus mengembangkan kompetensinya sekaligus mengabdikan ilmu dan profesinya kepada bangsa dan negara,” jelas Kapuskesad.

Lebih lanjut, Kapuskesad menekankan bahwa pengabdian TNI AD tidak semata-mata berkaitan dengan tugas pertahanan, tetapi juga mencakup pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, serta berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Orientasi TNI AD tidak hanya berperang. Karena itu, kami datang ke kampus-kampus, bertemu para guru besar, dosen, dan mahasiswa untuk menjalin kolaborasi yang lebih baik dalam menyiapkan generasi penerus bangsa,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Dekan FK UNAIR Prof. Dr. dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, Sp.OG., Subsp. Urogin-RE, menyambut positif pelaksanaan audiensi dan sosialisasi tersebut. Menurutnya, pengenalan mengenai berbagai pilihan pengembangan profesi perlu diberikan kepada mahasiswa sejak dini agar mereka memiliki wawasan yang lebih luas dalam menentukan arah karier.

“Kami menyambut baik kegiatan ini. Sosialisasi seperti ini penting dilakukan agar mahasiswa memahami berbagai peluang pengembangan profesi yang tersedia, termasuk karier sebagai dokter militer. Dengan demikian, mereka dapat mempersiapkan diri sejak masa pendidikan,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan mahasiswa, dosen, alumni, serta tokoh kesehatan TNI. Berbagai pertanyaan dan pandangan yang disampaikan menjadi bagian dari upaya membuka wawasan mahasiswa mengenai dinamika, tantangan, serta peluang pengembangan karier di lingkungan kesehatan militer.

Dalam kegiatan tersebut, Kapuskes TNI didampingi Ka Unit kermabaktikes Puskes TNI Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, Sp.KL.KT., M.Kes., M.H., C.FEM., FIHFAA, FIS Qua, FRSPH.

Sementara itu, Kapuskesad didampingi Dirbincab Kolonel Ckm Dr. dr. Khairul Ihsan, Sp.BS; Dirbinlitbang Kolonel Ckm dr. M. Irsan B., Sp.KK., M.H., FINDSDV, FAADV; Dirbinkesprev Kolonel Ckm dr. Ketut Mahendra B., Sp.An-TI, Subsp. TI (K); serta Danrbindiklat Kolonel Ckm dr. Masri Sihombing, Sp.OT.

Dari jajaran Dekanat FK UNAIR turut hadir Wakil Dekan I Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan Prof. Dr. dr. Prastiya Indra Gunawan, Sp.A(K); Wakil Dekan II Bidang Sumber Daya Manusia, Sarana dan Prasarana, serta Keuangan Dr. dr. Abdullah Machin, Sp.N, Subsp. NKI(K); serta Wakil Dekan III Bidang Riset, Inovasi, dan Hubungan Alumni Prof. Dr. dr. Asra Al Fauzi, Sp.BS, Subsp. N-Vas(K), FICS, FACS, IFAANS, yang sekaligus bertindak sebagai moderator.

Audiensi ditutup dengan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama antara Kesehatan TNI dan FK UNAIR, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan kompetensi, serta pembinaan sumber daya manusia kesehatan.

Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan kedokteran, tetapi juga menjadi investasi strategis dalam menyiapkan dokter-dokter profesional, tangguh, adaptif, dan memiliki semangat pengabdian untuk mendukung tugas TNI sekaligus pembangunan kesehatan nasional.

PPID Puskes TNI