berita

Kapuskes TNI Membuka Latma Pacific Partnership Tahun 2026

Tapanuli Tengah – Kepala Pusat Kesehatan Tentara Nasional Indonesia (Kapuskes TNI) Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda, Sp.PD., MARS., CFrA, secara resmi membuka Latihan Bersama (Latma) Pacific Partnership 2026 yang diselenggarakan di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan pembukaan berlangsung di Lapangan Sepak Bola GOR Pandan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (21/07/2026).

Kapuskes TNI hadir didampingi Kepala Unit Kerja Sama Bakti Kesehatan (Kaunit Kermabaktikes) Puskes TNI Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, Sp.KL, yang juga bertugas sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pacific Partnership 2026 wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah.

Upacara pembukaan dipimpin oleh Kapuskes TNI bersama Rear Admiral (RADM) David Buzzeti, Vice Chief of the U.S. Navy Bureau of Medicine and Surgery. Kegiatan ini diikuti oleh 635 peserta, terdiri dari 261 personel TNI, 60 personel Amerika Serikat, dan 314 peserta sipil yang terlibat dalam berbagai program kemanusiaan, kesehatan, dan penanggulangan bencana.

Rangkaian upacara diawali dengan pemeriksaan pasukan, dilanjutkan laporan kesiapan pelaksanaan kegiatan oleh Dansatgas Pacific Partnership 2026, penyematan tanda latihan kepada perwakilan peserta, serta pernyataan resmi pembukaan latihan oleh Kapuskes TNI. Suasana semakin semarak dengan penampilan Marching Band SMA Negeri Sibolga dan tarian daerah yang menggambarkan kekayaan budaya Sumatera Utara serta semangat persahabatan antarbangsa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur TNI dan Polri, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, Wali Kota Sibolga H. Ahmad Syukri Nazry Penarik, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan dari Bea Cukai dan Imigrasi Sibolga.

Dalam sambutannya, Kapuskes TNI menegaskan bahwa Pacific Partnership merupakan misi kemanusiaan multinasional terbesar di kawasan Indo-Pasifik yang bertujuan memperkuat kerja sama dan kolaborasi antarnegara dalam menghadapi berbagai tantangan global, khususnya bencana alam, krisis kesehatan, serta keadaan darurat kemanusiaan.

“Pacific Partnership bukan sekadar latihan bersama, tetapi merupakan wadah untuk memperkuat persahabatan, membangun kepercayaan, serta meningkatkan kemampuan bersama dalam memberikan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi terhadap berbagai situasi darurat kemanusiaan,” ujar Kapuskes TNI.

Latihan Bersama Pacific Partnership 2026 mengusung tema “Strengthening Partnership, Collaboration, and Interoperability for Crisis Response”. Tema tersebut mencerminkan komitmen bersama negara-negara peserta untuk meningkatkan interoperabilitas, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta membangun kesiapsiagaan kolektif dalam menghadapi berbagai ancaman bencana dan krisis kemanusiaan di masa depan.

Selama pelaksanaan kegiatan yang berlangsung pada 21 hingga 31 Juli 2026, berbagai program akan dilaksanakan di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, meliputi pelayanan kesehatan masyarakat, pertukaran pengetahuan dan pengalaman bidang kesehatan, pelatihan penanggulangan bencana, rekayasa teknik, kegiatan kemasyarakatan, hingga latihan kesiapsiagaan tanggap darurat yang melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, serta mitra internasional.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin hubungan kerja sama yang semakin erat antara Indonesia dan negara-negara mitra, sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks. Kehadiran Pacific Partnership 2026 di Sibolga dan Tapanuli Tengah juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program sosial dan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan selama kegiatan berlangsung.

Usai upacara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah, sesi doorstop media, serta konferensi pers yang diselenggarakan di RRI Sibolga sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai pelaksanaan Pacific Partnership 2026.

(PPID Puskes TNI)