18 June 2024

THAILAND INDONESIA MILITARY MEDICINE (THAINESIA MM) ke 7 Indonesia – Thailand kolaboration on Military Medicine

Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Guntoro, Sp.BP-RE(K) beserta staf menerima delegasi Royal Thai Armed Forces (RTARF) pada pelaksanaan kegiatan Thailand Indonesia Military Medicine ke 7 tahun 2023 (Thainesia MM VII) pada tanggal 22 dan berakhir pada tanggal 25 Mei 2023, tema pada kegiatan kerjasama kesehatan militer antara dua negara kali ini adalah “by the spirit of the 7th Thainesia MM Bilateral meeting we commit to enhance interoperabilities and cooperation facing post pandemic Covid-19 Challenges” kegiatan dilaksanakan selama 3 hari dengan rangkaian kegiatan pada hari pertama dilaksanakan bilateral meeting di Hotel Borobudur Jakarta, kunjungan kerja ke Lakespra dan FKIK Universitas Pertahanan.   selanjutnya hari kedua dilaksanakan kunjungan kerja ke RSAL dr. Mintohardjo dan Cultural Visit ke Gedung sate Bandung serta saung angklung mang ujo. Pada hari ketiga merupakan hari terakhir delegasi Thainesia melaksanakan kunjungan kerja ke Lakespra dan pada malam harinya delegasi Thailand bertolak ke negaranya dari Bandara Internasional Soekarno Hata Cengkareng.

Kerjasama antara TNI dan Royal Thai Armed Forces (RTARF) dalam bidang kesehatan merupakan suatu program kerja sama yang telah berjalan Secara teratur, setiap tahunnya kedua Pusat Kesehatan Angkatan Bersenjata kedua negara saling melakukan kunjungan dan menandatangani perjanjian bilateral.   Diawali pada tanggal 10 Februari 2015 di Jakarta yang merupakan Thainesia Military Medicine pertama. Dengan hasil telah ditandatangani Perjanjian Koordinasi antara Kapuskes TNI dengan the Military Medicine Coordination Center, Command Center, Royal Thai Armed Forces Headquarters. Pada perjanjian tersebut dinyatakan bahwa kedua belah pihak menyetujui untuk saling berkoordinasi dan bekerja sama dalam bidang Kesehatan Militer.

Kedua belah pihak akan memelihara dan mengembangkan koordinasi kesehatan secara bilateral dalam kerangka Thainesia High Level Committee (HLC) dan Thainesia Joint Coordinated Operations and Execises Sub-Committee (JCOESC) agreements. Program yang dilaksanakan adalah dalam bidang pendidikan, latihan dan pertukaran personel kesehatan yang disepakati bersama.  Agenda kegiatan pada Thainesia pertama diawali dengan Bilateral Meeting kemudian dilanjutkan dengan SMEE (Subject Metter Expert Exchange) dimana kedua belah pihak menginformasikan isu kesehatan ataupun kemampuan unggulan bidang kesehatan masing masing dan kegiatan diakhiri dengan Visitasi/Official Visit ke Fasilitas Kesehatan . 

Kegiatan Thainesia Military Medicine sudah ada dalam kegiatan yang dilaporkan pada pertemuan High Level Committee (HLC) Thailand-Indonesia ke-9 di Bangkok Thailand, bulan September tahun 2015 yang pada waktu itu dihadiri oleh Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo dan Chief of Defense Force General Worapong Sanganetra.

Kegiatan Thainesia Military Medicine 2015 juga ada pada laporan pelaksanaan kegiatan Joint Coordinated Operation and Exercise Sub Committee (Thainesia JCOESC) bulan Mei 2015 di Petchaburi Thailand.

  • Thainesia JCOESC pada laporan melaporkan kegiatan:
  • Kerjasama bidang Opslat Army-JWG, Navy-JWG dan Air Force -WG
  • Kerjasama bidang lainnya, yang meliputi
    • Peace Keaping Operations (PKO)
    • Public Affairs
    • Military Medicine
    • Cooperation on Counter terrorism exercise
  • Pada pertemuan Military Medicine di kegiatan Thainesia JCOESC 2015 ini disepakati untuk melakukan pertemuan bilateral military medicine yang akan dilaksanakan secara bergantian di kedua negara untuk membahas issue kesehatan militer terkini dan kerjasama kesehatan militar untuk meningkatkan kemampuan nkesehatan militer kedua negara. Tahun 2016 akan dilaksanakan di Thailand.

Kegiatan Thainesia Military Medicine ke dua tahun 2016 dilaksanakan di Thailand tanggal 27-31 Maret 2016, dengan beberapa hasil pertemuan yang menonjol sebagai berikut:

  • Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan Thainesia Military Medicine tahun 2017 dan direncanakan akan dilaksanakan bulan Maret 2017 di Bali (permintaan delegasi RTARF)
  • RTARF di tahun 2017 diminta untuk memberikan presentasi tentang bagaiman cara mendirikan Fakultas Kedokteran milik RTARF, sebagai pembanding dan upaya awal mendirikan Fakultas Kedokteran milik TNI untuk memenuhi kekurangan tenaga dokter dan kesehatan lain di lingkungan TNI selama ini (Permintaan delegasi TNI)
  • RTARF di tahun 2017 diminta untuk memberikan presentasi tentang Armed Forces Research Institute (AFRIMS)/Pusat Riset Kedokteran, sebagai gambaran bagi Kesehatan TNI untuk memiliki Pusat Riset serupa guna mempersiapkan diri di era Global Health Security (GHSA) terhadap ancaman proxywar bidang medis. (Permintaan delegasi TNI)
  • RTARF minta delegasi TNI untuk memberikan presentasi tentang kesehatan hiperbarik dan kedokteran kapal selam pada pertemuan tahun2017.

Kegiatan Thainesia Military Medicine ke tiga dilaksanakan pada tanggal 6 s.d. 10 Maret 2017 di Denpasar dan Magelang, dengan hasil kegiatan :

  • Bilateral Meeting Kesehatan TNI dengan RTARF Medical Officer
  • Visitasi dan study banding tentang Fasilitas Kesehatan Militer oleh RTARF Medical Officer
  • SMEE tentang AFRIMS oleh Col dr. Boripon Swachiraj RTARF Medical Officer
  • SMEE tentang kurikulum Fakultas Kedokteran RTARF oleh MG. Samchong Wongwaipanich, RTARF SG
  • SMEE tentang peran Royal Thai Naval Medical Department di lingkungan RTARF oleh Admiral Prasong Lomtang RTARF officer
  • Diskusi draft SOP HADR dilanjutkan dengan koordinasi di Institusi terkait HADR masing-masing Negara

Kegiatan Thainesia Military Medicine ke empat dilaksanakan pada tanggal 26 s.d. 28 Juni 2018 di Thailand, dengan hasil kegiatan :

  • SMEE tentang Eliminasi dan Surveilans Malaria di wilayah  Asia Tenggara dalam rangka AFRIMS oleh RTARF Medical Officer
  • Visitasi dan study banding tentang pendirian Fakultas Kedokteran Militer di Phramongkutklao College of Medicine, Bangkok, Thailand

Kegiatan Thainesia Military Medicine ke lima dilaksanakan pada tanggal 25 s.d. 29 Agustus 2019 di Indonesia (Surabaya dan Yogyakarta), dengan hasil kegiatan :

  • SMEE perkembangan kesehatan Militer masing masing negara
  • Visitasi ke PT, Pal dan Rumkital dr. Ramelan Surabaya

Kegiatan Thainesia Military Medicine ke enam dilaksanakan pada tanggal 24 s.d. 27 Mei 2022 di Thailand, dengan hasil kegiatan :

  • SMEE tentang penanganan Pandemi Covid 19 dan pasca Covid 19 di Thailand oleh RTARF Medical Officer dan kesehatan TNI
  • Visitasi dan study banding tentang pendirian Fakultas Kedokteran Militer di Phramongkutklao College of Medicine, Bangkok, Thailand

Kegiatan Thainesia Military Medicine ke tujuh dilaksanakan pada tanggal 22 s.d. 25 Mei 2023 di Indonesia (Jakarta dan Bandung), dengan hasil kegiatan :

  • Kegiatan SMEE
  • Kes TNI tentang Penanganan Malaria Pasca Covid 19 di Indonesia
  • RTARF tentang How to face medical chalange after covid 19
  • Visitasi dan study banding ke Fakultas Kedokteran Militer Unhan, mengunjungi Yonkes Kostrad, RSAL Mintohardjo dan Lakespra

Manfaat signifikan yang akan diambil dari Pertemuan Thainesia Military Medicine  diantaranya adalah:

  • Meningkatkan hubungan baik antar negara khususnya kerjasama bilateral timbal-balik bidang military medicine, dimana tahun sebelumnyasecara bergantian delegasi Indonesia telah diundang untuk meninjau beberapa Fasilitas Kesehatan RTARF di Thailand.
    • Menimba pengalaman dari RTARF dalam hal mendirikan Royal Medical College untuk memenuhi kebutuhan dokter RTARF di Thailand yang akan menjadi concern pimpinan TNI saat ini dengan rencana mendirikan Fakultas Kedokteran TNI guna memenuhi kebutuhan dokter yang masih sangat kurang di TNI
    • Untuk menimba ilmu dan pengalaman dalam hal mendirikan Pusat Riset Kedokteran Militer TNI dan/atau menjajaki kemungkinan untuk mengadakan pertukaran tenaga medis bidang riset atau mengadakan joint research untuk penyakit infeksi yang masih menjadi masalah bersama di kedua negara, serta untuk mempersiapkan diri menghadapi ancaman perang proxy bidang medis.