18 June 2024

Pusat Kesehatan TNI bersama tim dari ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia)  melengkapi arsip terkait penanganan dan dampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia, wawancara sejarah lisan dari Tim Sejarah Lisan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dilaksanakan secara maraton kepada beberapa tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam pengelolaan Covid-19.. Wawancara dilaksanakan pada hari jumat tanggal 1 Desember 20223, beberapa personel TNI yang diwawancarai diantaranya pada tanggal 14 November 2023 bertempat di kantor ANRI, dalam wawancara dengan Kolonel Laut (K) dr. Suswardana, M.Kes, Sp. KK. Yang saat itu sebagai Kepala Sekretariat RSDC, terungkap kisah bagaimana sulitnya membentuk organisasi dan pengaturan tata laksana RSDC WAK pada awal pandemi dalam waktu lima hari. Semua masalah yang dihadapi pengkisah di RSDC WAK bisa diselesaikan dengan koordinasi yang baik lintas-institusi.

Selanjutnya Dalam wawancara dengan Kolonel Laut (K) Nuramso Sucipto, S.Si., Apt. sebagai Koordinator Logistik Kesehatan RSDC WAK pada saat itu, terungkap betapa rumitnya menyiapkan dan mengelola logistik kesehatan pada awal pendirian RSDC WAK. Termasuk pengkisah harus mencari cara untuk mengatasi kekurangan tenaga farmasi di RSDC WAK.

wawancara juga dilaksanakan kepada Kolonel Laut (K) drg. M. Arifin, Sp. Ort, M.Tr. (Opsla) yang saat itu menjabat sebagai Komandan Batalyon Kesehatan Marinir 1 merangkap koordinator lapangan TNI di Pulau Sebaru, Pulau Natuna, dan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran (RSDC WAK), terungkap informasi mengenai lika-liku dan dinamika penanganan pasien Covid-19. Beliau sebagai koordinator lapangan tidak saja bertugas menyiapkan fasilitas dan keamanan yang ada di tempat karantina tetapi juga menangani segala permasalahan para pasien Covid-19.